Category Archives: Tokoh

Tokoh FMIPA

11Feb/19

Tanami Cabe Jawa di Hutan Lorong Jalan, Warga Curahlele Jember Tambah Pendapatan dan Kurangi Resiko Banjir

“Area lorong jalan yang belum termanfaatkan secara maksimal, dapat diubah menjadi hutan lorong yang potensial dan produktif, salah satunya dengan cara menanami tanaman tegakan seperti kayu jaran dan tanaman lilitan contohnya cabe jawa disepanjang lorong jalan” jelas Hari Sulistiyowati dihadapan petani hutan lorong beberapa waktu yang lalu. Dosen Program Studi Biologi Fakultas MIPA UNEJ ini menjelaskan bahwa hutan lorong di dusun Curahlele merupakan salah satu kegiatan implementasi dari pogram Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Universitas Jember dengan tema besar yaitu Mitigasi bencana berbasis lahan yang telah berlangsung mulai tahun 2017-2018. “Hutan lorong ini dalam jangka panjang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap perbaikan kualitas ekosistem, baik dalam serapan karbon yang ada di atmosfer serta serapan air dalam tanah. Sehingga mengurangi resiko bencana banjir yang sudah menjadi ancaman tiap tahunnya di dusun ini” lanjutnya. Hal yang tidak kalah penting dari hutan lorong ini yaitu tanaman cabe jawa atau cabe jamu yang ditanam memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dusun Curahlele Desa Wonoasri Kabupaten Jember. Continue reading

26Nov/18

Prof. Ahmad Erfanian dari University of Mashdad, Iran: Hubungan Graf dan Struktur Aljabar

“Bagaimana hubungan antara graf dan struktur aljabar, misalkan dalam struktur aljabar yang terdapat grup cayle, dan proses apakah yang dilakukan hingga pada akhirnya menjadi graf cayle. Hal tersebut yang akan kita bahas bersama pada kesempatan pagi ini” jelas Prof. Ahmad Erfanian dari Department of Pure Mathematics, Faculty of Mathematics, Ferdowsi University of Mashdad. Iran pada acara Kuliah Tamu dengan tema “Some graphs assosiated to algebric structures” di gedung Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Jember, Senin 26 Nopember 2018. Prof. Ahmad memberi contoh tentang hubungan grup non komutatif dengan graf itu sendiri. “Banyak sekali permasalahan yang belum terselesaikan dalam topik terkait graf dan struktur aljabar, yang dapat dijadikan topik riset,skripsi maupun tesis, misalkan pemilihan grup yang berbeda pada grup cylae atau juga pemilihan subgrup yang berbeda pada grup cayle agar dapat menghasilkan sifat-sifat graf yang berbeda pula” terang alumnus Cardiff University, Inggris itu dihadapan peserta mahasiswa dan tenaga pendidik di Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Jember. Banyak sekali hal menarik yang bisa dibahas terkait hubungan antara graf dan struktur aljabar. Continue reading

08Nov/18

Prof Helmut: Indonesia adalah negara megabiodiversitas, Manfaatkan untuk kemajuan IPTEK

“Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas yang tinggi, sehingga potensi keanekaragaman hayati dapat dimanfaatkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ke masa yang akan datang, terutama dengan bantuan bidang Bioteknologi” jelas Prof. Dr. Helmut Erdmann dari Flensburg University of Applied Science, Germany dalam acara Guest Lecture dengan tema “Biology and Biotechnology: Their Perspective Now and The Future” di Ruang Kuliah Umum Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Jember Kamis, 8 Nopember 2018. “Peranan bidang biologi khususnya bioteknologi di dunia kerja dewasa ini sangatlah penting, salah satunya tentang penerapan teknologi enzim dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa” lanjut Professor yang akrab dengan suasana Universitas Jember. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Universitas Jember dan DAAD Hochschule Flensburg Germany untuk memberikan pandangan kepada mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA khususnya mahasiswa baru tentang karir di masa depan. Seperti diketahui saat ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Continue reading

17Sep/18

Kuli penambang kapur itu kini kandidat Doktor di Korea

Lilik Duwi Wahyudi lahir dari keluarga sederhana dipinggiran Kota Tuban. Lilik dibesarkan dalam kerasnya kehidupan buruh penggarap lahan Perhutani. Orang tuanya hanya mampu menyekolahkan sampai SMP. Untuk melanjutkan SMA Lilik harus mencari biaya sendiri. Keadaan ini tidak menjatuhkan Lilik yang pantang putus asa. “Saya berkeinginan untuk merubah nasib, kemiskinan menjadi motivasi yang besar untuk tidak diwariskan. Melalui kerja keras akan saya jadikan modal utama untuk menggapai mimpi” ungkapnya. Lilik harus bekerja untuk membantu orang tua. Bukan pekerjaan keren seperti anak-anak kota, tidak ada peluang seperti itu di kota kecil. Yang ada adalah pekerjaan sebagai penambang batu kapur, jadi kuli yang mengandalkan otot dan dijemur terik matahari. “Seakan mudah dan ringan diucapkan, bisa pingsan kalau dijalani” kenangnya. Pekerjaan ini sudah dijalani Lilik sejak SMP, bocah kecil kurus hitam terjemur matahari, tapi berniat besar dan semangat sekuat kawat. Keterbatasan dan keharusan kerja membuat Lilik tidak bisa sekolah di SMA favorit, tapi di SMA kecil yang masih numpang di bangunan SMP swasta. Lulus SMA, Lilik dihadapkan pada keputusan terbesar dalam hidupnya. Prestasi sekolahnya biasa saja, kondisi keluarga juga mengharapkan dia segera bekerja untuk membantu ekonomi orang tua. Continue reading