Ketua Senat Universitas Jember Drs. Andang Subaharianto, M.Hum mengukuhkan empat Guru Besar dalam Rapat Senat Universitas Jember di Auditorium Universitas Jember (13/2). Satu diantaranya adalah Profesor dari Fakultas MIPA UNEJ yaitu Prof. Dr. Kiswara Agung Santoso, S.Si., M.Kom. sebagai Guru Besar bidang Algoritma Pemrograman di Jurusan Matematika FMIPA. Prof. Kiswara dikukuhkan bersama Prof. Khoirul Anam dari FT, Prof. Evita Soliha Hani dari FAPERTA, dan Prof. Bambang Marhaenanto dari FTP. Rapat senat pengukuhan guru besar dihadiri pimpinan UNEJ, Rektor beserta Wakil Rektor, anggota senat dan stakeholder Universitas Jember. Dalam sambutan Rektor UNEJ Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., katakan sampai dengan hari ini telah memiliki 101 professor, yang terjadi lonjakan besar karena tahun 2020 UNEJ masih mempunyai 51 professor.
“Terjadi lonjakan yang membanggakan, hampir 100 persen sejak 2020 tapi angka ini masih belum ideal jika dibandingkan dengan 1500 dosen UNEJ maka kedepan semoga bisa tercapai 10 persennya yakni 150 professor,” ungkapnya. Rektor UNEJ berharap guru besar yang dikukuhkan mampu berikan inovasi ditengah dinamika global, distruksi teknologi, transformasi digital hingga perubahan iklim. “Pengukuhan hari ini makin bermakna, karena masing-masing professor menghasilkan kontribusi nyata yang relevan dengan tantangan jaman,” lanjutnya. Sebelumnya Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. membacakan riwayat hidup keempat profesor yang dikukuhkan.
Pada orasi ilmiah Prof. Dr. Kiswara Agung Santoso, S.Si., M.Kom. menyampaikan judul Otentifikasi Image Berbasis Magic Square Orde n. Prof. Kiswara mengulas teknik steganografi berbasis magic square orde n. “Teknik ini untuk mengetahui autensitasi image dan mengidentifikasi bagian image yang sudah mengalami perubahan,” jelasnya. Magic square merupakan susunan bilangan acak di dalam sel, di mana jumlah tiap baris, kolom, dan diagonalnya adalah sama. “Pendeteksian akan
dilakukan dengan membandingkan nilai piksel dalam image dengan elemen magic square yang bersesuaian. Apabila nilainya tidak sama, maka piksel berubah menjadi warna putih dan image dapat dikatakan tidak autentik,” lanjutnya.
Teknik steganografi dengan menyisipkan magic square dalam image, akan memudahkan jika suatu image dimanipulasi orang yang tidak berwenang karena dideteksi dengan mudah. “Ini akan sangat membantu di era digital saat ini, untuk mengetahui keaslian suatu image jika dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. Prof. Dr. Kiswara Agung Santoso, S.Si., M.Kom. adalah dosen Jurusan Matematika FMIPA UNEJ yang saat ini menjabat Ketua Jurusan Matematika. Prof. Kiswara lahir di Malang dan menyelesaikan pendidikan S1-nya di UB Malang tahun 1996, kemudian melanjutkan studi S2 di UGM Yogykarta tahun 2007. Selesaikan program doktornya pada tahun 2019 di UNAIR Surabaya. Prof. Kiswara mendapatkan gelar profesor pada ranting ilmu/kepakaran Algoritma Pemrograman berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43401/M/KPT.KP/2025.




