FMIPA UNEJ Gelar Chemistry Guest Webinar Series #1 Bahas Bioteknologi Biomassa dan Prebiotik

Fakultas MIPA Universitas Jember melalui Jurusan Kimia menyelenggarakan Chemistry Guest Webinar Series #1 (6/3). Mengangkat tema perkembangan bioteknologi biomassa tanaman dan pengembangan prebiotik. Menghadirkan Prof. Dr. Sehanat Prasongsuk dari Department of Botany, Faculty of Science, Chulalongkorn University, Thailand. Dalam sambutan pembukaan, Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D. Dekan FMIPA UNEJ menyampaikan bahwa pemanfaatan biomassa tanaman dan pengembangan biorefinery merupakan topik penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Menurutnya, penelitian di bidang ini berperan besar dalam mendorong pengembangan industri berbasis bioekonomi di masa depan.

“Pemanfaatan biomassa tanaman dan pengembangan biorefinery sangat relevan dengan upaya global dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan serta sumber daya berkelanjutan untuk mendukung industri masa depan,” ujarnya. Dekan berharap FMIPA dapat memperluas wawasan akademik sivitas akademika sekaligus memperkuat jejaring kerja sama riset internasional, khususnya dalam bidang bioteknologi pemanfaatan biomassa tanaman dan pengembangan produk kesehatan berbasis prebiotik. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperkaya perspektif akademik, tetapi juga menjadi langkah awal terwujudnya kolaborasi penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sehanat Prasongsuk menjelaskan bahwa biomassa tanaman yang tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin dapat dimanfaatkan melalui pendekatan bioteknologi menggunakan mikroorganisme dan enzim untuk menghasilkan berbagai produk bernilai tambah. “Biomassa tanaman merupakan sumber daya yang sangat melimpah dan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi bioenergi, biopolimer, serta berbagai produk bioteknologi yang ramah lingkungan,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan penelitian di bidang bioteknologi. “Kolaborasi penelitian antaruniversitas sangat penting untuk mempercepat inovasi, misalnya melalui penelitian bersama dan publikasi ilmiah kolaboratif,” tambahnya.

Selain itu, narasumber kedua Prof. Dr. A. A. I. Ratnadewi, S.Si., M.Si. dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Jember, memaparkan hasil penelitian mengenai produksi, karakterisasi, serta aplikasi prebiotik generasi baru. Ia menjelaskan bahwa senyawa prebiotik memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan manusia sekaligus membuka peluang inovasi dalam pengembangan produk pangan fungsional. “Prebiotik berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” ungkapnya. Kegiatan ini dimoderatori oleh Prof. Dra. Hari Sulistiyowati, M.Sc., Ph.D., profesor di bidang evaluasi ekologi yang memandu jalannya diskusi ilmiah antara narasumber dan peserta.