Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Jember menjadi tuan rumah pelantikan pengurus Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Jawa Timur Komwil Surabaya (27/2). Dilantik langsung oleh Ir. Dedi Yusmen, M.BA., M.Esy. Presiden HAGI dari PT. Pertamina di Gedung Kewirausahaan UNEJ. Kuliah umum disampaikan oleh Wakil Sekjen I HAGI Muhammad Husni Mubarak Lubis, S.T., M.S. dari Universitas Pertamina. Tema yang diangkat “Massive Geophysics dan Eksplorasi untuk Keberlanjutan Energi“. Dekan FMIPA UNEJ Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D. hadir dan membuka acara yang diikuti mahasiswa fisika, pertambangan dan perminyakan UNEJ.
“Dengan himpunan seperti HAGI yang terdiri dosen dan praktisi akan membantu mahasiswa mengenalkan dunia industri khususnya geofisika,” ujar Dekan FMIPA. Dikatakan FMIPA juga berkeinginan untuk membuka prodi geofisika setelah beberapa prodi baru yang telah dipersiapkan. Prodi baru akan meningkatkan minat calon mahasiswa untuk bergabung dengan FMIPA. Dekan juga berharap HAGI melalui program kerjanya bisa berikan praktisi mengajar bagi kampus. “Saya sampaikan selamat kepada yang dilantik hari ini, semoga HAGI bisa terus berikan kontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas,” pungkasnya.
Dr. Agus Suprianto, S.Si., M.T. Ketua Jurusan sekaligus Wakil Ketua HAGI Komwil Surabaya yang dilantik ungkapkan kebanggan bisa ditunjuk sebagai tuan rumah pelantikan. “Saya sampaikan terima kasih kepada presiden HAGI yang berkenan hadir dan melakukan pelantikan pengurus di Fisika FMIPA UNEJ,” ungkapnya. Selain Agus, Nurul Priyantari, S.Si., M.Si. dosen Jurusan Fisika FMIPA juga dilantik sebagai pengurus HAGI Komwil Surabaya. Dekan FMIPA UNEJ Prof. Dafik juga mendapatkan pin kehromatan HAGI yang disematkan langsung oleh Presiden HAGI.
Sebelumnya, pada sambutan Ir. Dedi Yusmen, M.BA., M.Esy. Presiden HAGI katakan sebagai profesi keilmuan geofisika akan perkuat pemahaman keilmuan dengan berkolaborasi dengan beberapa pihak agar bisa berkontribusi bagi negara dan masyarakat luas. “HAGI telah memiliki komunitas-komunitas yang berkaitan dengan geofisika, juga menjalin kolaborasi dengan beberapa pihak guna berikan sumbangsih bagi negara dan masyarakat,” jelasnya. Dunia pendidikan pun juga tersentuh dalam bentuk student chapter HAGI yang tersebar di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
Senada dengan Presiden HAGI, dalam kuliah umum Muhammad Husni Mubarak Lubis, S.T., M.S. awali dengan profil HAGI. Dikatakan HAGI memiliki program untuk perkenalkan geofisika ke kalayak kampus. “Banyak kuliah umum atau webinar HAGI lakukan untuk mengenalkan ke kampus dan menggandeng dalam student chapter HAGI,” ujarnya. Geofisika diharapkan akan menjadi solusi pada transisi energi. Dibahas strategi menuju Net Zero Emission pada 2060 kelak. “Dibutuhkan penghematan listrik, energi baru dan terbarukan, moratorium PLTU, teknologi inovatif kurangi emisi gas buang, sumber energi dan efesiensi energi,” jelasnya.
Kuliah umum dimoderatori oleh Bowo Eko Cahyono, S.Si., M.Si., Ph.D. dosen Jurusan Fisika FMIPA. Pentingnya geofisika dalam menjawab tantangan peralihan energi menjadi bahasan menarik. “Geofisika berperan penting dalam eksplorasi sumber daya alam Indonesia dengan kondisi dan letak geografisnya, dibutuhkan banyak kolaborasi untuk keberlanjutan energi termasuk dengan perguruan tinggi,” imbuhnya. Pembicara juga mengajak seluruh peserta ikut bergabung sebagai member HAGI untuk berdiskusi tentang geofisika. Acara ditutup dengan diskusi dan kuis bagi peserta kuliah umum.