FMIPA UNEJ memperkuat perannya sebagai penghubung antara dunia akademik dan industri melalui hilirisasi inovasi berbasis riset. Komitmen diwujudkan dengan memfasilitasi kunjungan ke CV. Kanaka Indoutama (Kana Factory) Situbondo bersama Assoc. Prof. Zaher M. A. Judeh dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, untuk memperkenalkan AI PharmaSolver, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan NTU. Sebagai solusi bagi industri yang bergerak di bidang farmasi dan kosmetik. FMIPA UNEJ ingin membawa hasil inovasi dari lingkungan kampus agar dapat diterapkan secara langsung dalam menjawab tantangan industri.
Dalam paparannya, Assoc. Prof. Zaher menjelaskan PharmaSolver dikembangkan untuk membantu proses pengambilan keputusan dengan pendekatan ilmiah yang terintegrasi. “Platform ini mampu mendukung pelaksanaan Root Cause Analysis (RCA), Quality Risk Assessment (QRA), serta penyusunan Corrective and Preventive Action (CAPA) secara sistematis,” jelasnya. Melalui simulasi studi kasus yang dihadapi perusahaan, Kana Factory melihat AI bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi akar permasalahan, mengevaluasi risiko, hingga menghasilkan rekomendasi penyelesaian yang lebih efektif dan efisien.
Menurut Dekan FMIPA UNEJ Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D., kegiatan ini merupakan implementasi nyata konsep hilirisasi inovasi, yakni menghubungkan hasil penelitian dan perkembangan teknologi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. “Para dosen FMIPA UNEJ bisa turut berperan sebagai fasilitator kolaborasi yang mempertemukan pengembang teknologi, mitra industri, dan calon pengguna sehingga inovasi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” ungkap Prof. Dafik. Diskusi yang berlangsung juga membuka peluang pengembangan riset bersama, konsultasi teknologi, serta program magang mahasiswa khususnya Jurusan Kimia FMIPA yang selaras dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi FMIPA UNEJ dengan Nanyang Technological University (NTU), Singapura, menunjukkan bahwa hilirisasi inovasi memerlukan sinergi antara perguruan tinggi, mitra internasional, dan sektor industri. Melalui langkah ini, FMIPA UNEJ tidak hanya memperluas jejaring kerja sama global, tetapi juga mempertegas perannya sebagai institusi yang mendorong transformasi hasil riset menjadi solusi nyata bagi dunia industri. Ke depan, inisiatif serupa diharapkan semakin mempercepat adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional melalui inovasi yang lahir dari kolaborasi akademik.



