Jurusan Biologi FMIPA UNEJ hadirkan ruang belajar bertaraf internasional melalui kegiatan Guest Lecture bertajuk “Beyond Mosquito Identification: Exploring Vector Biology, Molecular Surveillance, and AI in Disease Prevention” (4/11). Dr. Do Huy Loc dari Institute of Tropical Medicine, University of Tübingen, Jerman, mengajak mahasiswa memahami riset biologi vektor, surveilans molekuler, dan kecerdasan buatan berperan dalam menghadapi tantangan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Kegiatan moderatori Dr. Vendi Eko Susilo dan diawali sambutan Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNEJ, Dr. Asmoro Lelono.
Dalam paparannya, Dr. Do Huy Loc mengajak peserta melihat nyamuk bukan sekadar serangga pembawa penyakit, melainkan bagian dari ekosistem yang sangat dipengaruhi perubahan lingkungan. “Peningkatan suhu dapat memengaruhi dinamika penyebaran virus seperti dengue, Zika, dan chikungunya sehingga surveilans vektor menjadi langkah penting dalam mendeteksi potensi wabah sejak dini,” jelasnya Lebih jauh dibahas pendekatan pengendalian biologis melalui pemanfaatan Wolbachia dan Bacillus thuringiensis (Bt), seraya menekankan setiap strategi harus pertimbangkan karakteristik biologis vektor serta dampak ekologisnya agar tetap berkelanjutan.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengidentifikasi spesies nyamuk melalui citra digital. Dr. Do Huy Loc menjelaskan bahwa teknologi AI mampu mempercepat proses identifikasi dalam skala besar, sehingga sangat membantu kegiatan surveilans penyakit. “Kecanggihan AI bergantung pada kualitas data yang digunakan untuk melatih sistem. Dataset yang beragam, proses pelabelan yang tepat, serta validasi tetap menjadi fondasi utama agar hasil identifikasi memiliki tingkat akurasi yang tinggi,” ungkapnya. Dengan demikian, AI diposisikan sebagai mitra bagi peneliti, bukan pengganti keahlian manusia.
Mahasiswa dan dosen diberi kesemapatan berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai hubungan perubahan iklim dengan penyebaran penyakit tular nyamuk, efektivitas metode pengendalian biologis, hingga peluang integrasi AI dengan identifikasi morfologi secara manual. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam riset biologi modern. Sebagai tindak lanjut, Jurusan Biologi FMIPA UNEJ akan menyelenggarakan workshop selama dua hari yang berfokus pada praktik penggunaan perangkat AI. Untuk identifikasi nyamuk serta membandingkannya dengan metode identifikasi morfologi, sebagai upaya memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mendorong kolaborasi riset di bidang kesehatan dan lingkungan global.




