Seminar Nasional Fisika 5 Tahun 2026 Perkuat Atmosfer Akademik dan Kolaborasi Riset Fisika Menuju SDGs 2030

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., secara resmi membuka Seminar Nasional Fisika (SENAFIS) ke-5 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Jurusan Fisika FMIPA Universitas Jember (29/10). Dalam sambutan, Rektor UNEJ menegaskan bahwa SENAFIS menjadi momentum penting untuk mempertebal atmosfer akademik di Universitas Jember sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi yang semakin masif. Menurutnya, kemajuan teknologi yang dinikmati saat ini tidak terlepas dari kontribusi ilmu fisika sebagai fondasi lahirnya berbagai inovasi.

“Fisika bukan hanya ilmu untuk memahami fenomena alam, tetapi juga menjadi dasar pengembangan teknologi yang mengubah kehidupan manusia. Tantangan kita hari ini bukan sekadar menghasilkan ilmu pengetahuan, melainkan mentransformasikannya menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Rektor juga mengajak sivitas akademika untuk terus menggaungkan pentingnya ilmu fisika kepada generasi muda serta memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan sebagai mitra dalam mempercepat kemajuan riset. “SENAFIS tidak berhenti sebagai ajang presentasi hasil penelitian, tetapi menjadi wahana memperkuat jejaring akademik, karena sains yang kuat harus menjadi pondasi teknologi yang maju, teknologi yang maju harus memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang,” pungkasnya.

Ketua Panitia SENAFIS 5, Dr. Supriyadi, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa seminar tahun ini mengusung tema “Transformasi Sains dan Teknologi Berbasis Fisika untuk Pembangunan Indonesia Berkelanjutan Menuju SDGs 2030.” Tema tersebut menegaskan pentingnya peran fisika dalam mendorong kemajuan sains dan teknologi melalui penelitian, inovasi, serta kolaborasi untuk mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. SENAFIS 5 diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan tiga pembicara kunci serta diikuti oleh 83 pemakalah dari 16 institusi di Indonesia. Dr. Supriyadi berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diseminasi hasil penelitian, tetapi juga mampu memperkuat jejaring akademik, membangun kolaborasi lintas institusi, serta melahirkan gagasan inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sesi pleno diawali oleh Prof. Madya Dr. Nazmi M.N dari Universiti Putra Malaysia dengan materi “Latest R&D In Smart Agricultural Mechanization for Sustainable Rice Production in Malaysia” dimoderatori Bowo Eko Cahyono, S.Si., M.Si., Ph.D. dilanjutkan Prof. Dr. Erma Yulihastin dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan materi “Studi Asal Usul Siklon Tropis Senyar dan Rekomendasi Mitigasi Siklon di Indonesia“ dimoderatori Dr. Ratna Dewi Syarifah, S.Pd., M.Si. Terakhir Prof. Dr. Sutisna, S.Pd., M.Si. dari Universitas Jember dengan materi “Inovasi Fotokatalis Hibrida TiO₂-N-Zeolit Alam untuk Remediasi Lingkungan Berkelanjutan: Kontribusi Riset Fisika Material terhadap Pencapaian SDGs“ di moderatori Dr. Endhah Purwandari, S.Si., M.Si.

Sesi Paralel dibagi menjadi 2 yakni daring dan luring. Daring dibagi menjadi 3 room dan luring menjadi 6 room yang tersebar di beberapa lokasi di Jurusan Fisika FMIPA UNEJ. Acara ditutup dengan pengumuman Best Presenter. Melalui penyelenggaraan SENAFIS 5, FMIPA Universitas Jember kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang kolaboratif dan inovatif. Seminar ini diharapkan menjadi katalis lahirnya penelitian-penelitian unggulan yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan teknologi yang berdampak bagi masyarakat, mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Universitas Jember sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi di Indonesia.

Dokumentasi SENAFIS 5 2026