Upaya pelestarian ekosistem laut yang diinisiasi FMIPA UNEJ dengan PT Autore Pearl Culture mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dua bulan setelah penanaman, tepatnya pada Mei 2026 lalu, 750 bibit terumbu karang di Perairan Tanjung Sekeben, Tembokrejo, Muncar, Kabupaten Banyuwangi, kini kondisi ekosistem bawah laut mulai pulih. Beberapa jenis ikan karang kembali huni kawasan transplantasi sebagai indikator membaiknya kualitas habitat. Program ini merupakan juga didukung oleh Pangkalan TNI AL Banyuwangi, UPT Pelabuhan Perikanan Muncar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, serta kelompok nelayan setempat.
Ketua tim kegiatan, Dr. Ratna Dewi Syarifah, S.Pd., M.Si., katakan hasil pemantauan tunjukkan tingkat kelangsungan hidup bibit terumbu karang yang sangat baik. Menurutnya, metode transplantasi berhasil diterapkan hingga proses pemulihan ekosistem laut berlangsung efektif. “Kami bersyukur melihat perkembangan positif dengan munculnya kembali berbagai jenis ikan di sekitar lokasi transplantasi, terumbu karang mulai berfungsi sebagai habitat alami. Hal ini membuktikan bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara kolaboratif mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dosen Jurusan Fisika FMIPA itu menjelaskan bahwa keberhasilan restorasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan terumbu karang, tetapi juga meningkatnya keanekaragaman hayati yang kembali menghuni kawasan tersebut. FMIPA UNEJ akan terus melaksanakan monitoring secara berkala, penelitian lanjutan, serta edukasi kepada masyarakat pesisir agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga. “Konservasi merupakan investasi jangka panjang. Keberhasilan program ini harus diikuti dengan komitmen bersama untuk menjaga ekosistem laut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat pesisir,” tambah Dr. Ratna.
Keberhasilan program restorasi terumbu karang ini semakin menegaskan komitmen FMIPA UNEJ dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, aparat, dan masyarakat diharapkan menjadi model kolaborasi konservasi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Hal itu merupakan wujud dari jalinan kerja sama FMIPA UNEJ dengan PT Autore Pearl Culture pada bulan Mei 2026 yang lalu, sebelum penanaman bibit terumbu karang.




