FMIPA UNEJ Gandeng PT. Sinergi Gula Nusantara PG Glenmore, Hadirkan Peluang Riset, Magang, dan Inovasi Agroindustri

FMIPA Universitas Jember dengan PT. Sinergi Gula Nusantara PG Glenmore melakukan pembahasan kerja sama sebagai langkah nyata memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri (9/6). Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor agroindustri berbasis sains dan teknologi. FMIPA UNEJ terus berkomitmen memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai sektor strategis. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Wakil Dekan I FMIPA UNEJ, Prof. Dra. Hari Sulistiyowati, M.Sc., Ph.D., mewakili Dekan mengatakan kemitraan dengan industri merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdampak. “Kerja sama ini membuka ruang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam penyelesaian berbagai tantangan di sektor industri guna hasilkan riset terapan, inovasi teknologi, dan penguatan SDM” ungkapnya. Wadek I didampingi Tim Kerja sama FMIPA, disambut oleh Anton Septyono Manager Keuangan dan Sherly Tri P. SDM  PT. Sinergi Gula Nusantara PG Glenmore.

Dalam diskusi FMIPA dan PG Glenmore berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif yang meliputi penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, program magang mahasiswa, penelitian tugas akhir, peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui studi lanjut, serta pengembangan inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi di lingkungan PG Glenmore. “Kemitraan ini memberi kesempatan pada mahasiswa untuk peroleh pengalaman belajar langsung di dunia industri. Melalui program magang dan penelitian lapangan, mahasiswa bisa aplikasikan ilmu juga pahami tantangan dan kebutuhan industri modern secara nyata,” lanjut Prof. Hari.

Pihak PG Glenmore menyambut baik terjalinnya kerja sama ini sebagai upaya memperkuat inovasi dan pengembangan SDM yang unggul dan berdaya saing. “Sinergi antara akademisi dan praktisi industri diharapkan mampu menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang mendukung kemajuan industri gula nasional,” ujar Anton Septyono. Pembahasan juga menyinggung permasalahan tentang pengelolaan tebu di PG Glenmore, dan beruntung Prof. Hari memberikan solusi terbaiknya. Melalui sinergi perguruan tinggi dan industri, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta peningkatan kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional di masa depan.