Biologi FMIPA UNEJ dukung atmosfer akademik bertaraf internasional dengan gelar Guest Lecture yang menghadirkan Dr. rer. nat. Dominik Harms, peneliti Robert Koch Institute (RKI), Berlin, Jerman. Dr. Dominik mengupas perkembangan riset Hepatitis B Virus (HBV), Hepatitis D Virus (HDV), dan Hepatitis E Virus (HEV), mulai aspek epidemiologi, mekanisme patogenesis, interaksi virus dengan sel inang (host), hingga strategi pengelolaan dan pengendalian penyakit. Angkat tema “Epidemiology, Pathogenesis, and Management of HBV, HDV, and HEV” peserta diberi wawasan penyakit infeksi virus hepatitis yang menjadi perhatian global.
Dikatakan, ketiga virus itu miliki karakteristik biologis dan mekanisme infeksi yang berbeda sehingga perlu pendekatan penelitian dan penanganan spesifik. “HBV mampu bentuk infeksi kronis melalui interaksi kompleks dengan sistem imun, HDV bergantung keberadaan HBV untuk bereplikasi tapi mampu perberat kerusakan hati, sedang HEV penyebab utama hepatitis akut dengan karakteristik epidemiologi yang beragam,” jelasnya. Dr. Dominik katakan pentingnya memahami hubungan antara virus dan respons imun tubuh sebagai dasar pengembangan strategi pencegahan, diagnosis, serta terapi yang lebih efektif.
Lebih lanjut, Dr. Dominik menekankan perkembangan teknologi biologi molekuler telah membuka peluang besar dalam mengidentifikasi mekanisme infeksi virus secara lebih mendalam. “Pendekatan berbasis analisis molekuler memungkinkan para peneliti memetakan dinamika replikasi virus, perubahan genetik, serta interaksi virus dengan sel inang yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit,” lanjutnya. Kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu menjadi faktor penting untuk mempercepat lahirnya inovasi dalam pengembangan vaksin, terapi antivirus, hingga sistem surveilans yang mampu mendukung pengendalian hepatitis secara berkelanjutan.
Dengan Guest Lecture ini, Biologi FMIPA UNEJ menunjukkan komitmen dalam menghadirkan ilmu pengetahuan mutakhir dari para pakar dunia sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional di bidang ilmu hayati dan kesehatan. Diskusi ilmiah yang berlangsung tidak hanya memperkaya wawasan sivitas akademika mengenai virologi dan penyakit infeksi, tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi lahirnya riset-riset inovatif yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta solusi bagi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.




