FMIPA UNEJ Gelar “Match Fitness” Managerial Practice, Bekali Peserta Hadapi Tantangan Kerja di Era Kecerdasan Buatan

FMIPA UNEJ selenggarakan Pelatihan “Leadership Practice” untuk Percepatan Pencapaian Kinerja di Lingkungan FMIPA UNEJ di Kampus UNEJ Jubung (22-23/6). Dipandu oleh Agung Prajoko Direktur Utama PT. Care & Share Indonesia, pelatihan dirancang untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia hadapi tantangan dunia kerja dan transformasi teknologi di era kecerdasan buatan. Pelatihan ini mengusung tema “MATCH FITNESS” Management Practice Building Thinking, Connection & Readiness in the AI Era dengan materi pengembangan kesadaran diri, kualitas berpikir, hingga kemampuan komunikasi yang berdampak. Peserta terdiri jajaran pimpinan terdiri dari Wakil Dekan, KPS, KaLab juga Wakor di FMIPA diajak untuk interaktif, refleksi pengembangan diri, serta menyusun self improvement grid guna tingkatkan kompetensi personal dan profesional.

Dalam sambutan, Dekan Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan lulusan dan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya perkembangan kecerdasan buatan yang semakin cepat. “Era kecerdasan buatan bukan untuk ditakuti, tetapi harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak. FMIPA UNEJ terus mendorong sivitas akademika memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang kuat, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Prof. Dafik. Melalui pelatihan ini, Dekan berharap peserta mampu meningkatkan kualitas diri sekaligus membangun budaya kerja yang adaptif dan inovatif.

Kegiatan ini juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi terhadap ekspektasi diri, kesiapan teknologi, kemampuan adaptasi, hingga penguatan work-life balance sebagai bagian penting dari pengembangan karier di masa depan. “Di era kecerdasan buatan, manusia tetap harus memiliki kemampuan yang tidak bisa digantikan mesin, seperti empati, kreativitas, dan kemampuan memahami orang lain,” jelas Agung Prajoko. Dengan kemasan menarik, tiga Pillar Match Fitnnes yakni Self Awarness, Thingking Quality, dan Communication Impact dipaparkan dengan interaktif dan komunikasi dua arah dengan peserta.

Self Awareness dalam “Pillar Match Fitness” adalah kemampuan mengenali kekuatan, kelemahan, tujuan, serta cara seseorang beradaptasi dengan perubahan di era kecerdasan buatan. Peserta diajak untuk pahami potensi diri, meningkatkan kesiapan kerja, dan membangun komunikasi serta profesionalisme yang lebih baik. “Thinking Quality merupakan kemampuan berpikir secara kritis, adaptif, dan solutif dalam menghadapi perubahan serta tantangan kerja di era kecerdasan buatan sekarang ini,” jelas Agung Prajoko. Pilar terakhir Communication Impact, kemampuan dalam menyampaikan pesan dan membangun hubungan yang mampu memberikan pengaruh positif kepada orang lain.

Agung Prajoko membahas juga fenomena penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. “Ada resiko dan peluang pada penggunaan kecerdasan buatan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan tugas, dengan kecerdasan buatan juga bisa mengeksplorasi bagaimana tugas dan proses pembelajaran dapat dibuat lebih bermakna”, ulasnya. Disinggung juga tentang produktivitas kerja, pengelolaan prioritas, hingga penyusunan langkah pengembangan diri melalui metode keep doing, stop doing, start doing, do more, dan do less.

Interaksi semakin hidup saat peserta diajak berdiskusi mengenai pentingnya membangun komunikasi efektif dan empati profesional di lingkungan kerja. Melalui tayangan video dan simulasi kelompok, peserta diminta menyampaikan pandangan serta solusi terhadap berbagai situasi nyata dalam organisasi dan dunia profesional. Peserta pelatihan juga diajak untuk refreshing dengan membuat video berjalan mengelilingi Kampus Vokasi Universitas Kember Jubung. Melalui kegiatan ini, FMIPA UNEJ menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika global dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Dokumentasi Acara