FMIPA UNEJ kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Sharing Discussion Research menghadirkan Assoc. Prof. Zaher M. A. Judeh dari Nanyang Technological University (NTU), Singapore sebagai narasumber (1/10). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Dekanat FMIPA UNEJ, diikuti oleh para Ketua Program Studi di lingkungan FMIPA, serta dosen dari beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Farmasi dan Fakultas Pertanian. Diskusi berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung proses pembelajaran, asesmen, dan pengembangan riset di perguruan tinggi dipandu oleh M. Ziaul Arif, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Pada sesi demo, Prof. Zaher memperkenalkan Eduara, platform pembelajaran berbasis AI yang dirancang untuk membantu dosen mengelola proses pembelajaran lebih efektif dan adaptif. “Melalui Eduara, dosen dapat mengunggah materi perkuliahan, menyusun bank soal beserta jawaban, mengatur tingkat kesulitan soal sesuai capaian pembelajaran,” jelasnya, Dikatakan, analisis hasil belajar mahasiswa dapat melalui sistem grading yang komprehensif. “Eudara juga bisa memetakan kemampuan mahasiswa berdasarkan performa sehingga berikan rekomendasi pembelajaran yang lebih personal dan berbasis data,” lanjutnya.
Diskusi makin menarik ketika Dekan FMIPA UNEJ, Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D., mengangkat berbagai isu mengenai perkembangan teknologi AI yang tidak hanya berperan dalam transformasi pendidikan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung kegiatan riset. “Perkembangan AI perlu disikapi secara strategis agar dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas riset, mempercepat analisis data, serta membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang lebih luas,” ungkapnya. Prof. Zaher pun berbagi pengalaman mengenai implementasi AI di lingkungan akademik internasional, termasuk tantangan menjaga integritas akademik sekaligus mengoptimalkan AI sebagai mitra dalam proses pembelajaran dan riset di masa depan.
Antusiasme peserta terlihat dari beberapa pertanyaan dan gagasan yang disampaikan selama sesi diskusi. Perwakilan dari Fakultas Farmasi turut mengangkat peluang kolaborasi riset berbasis AI untuk pengembangan riset tentang obat di masa depan. Dekan FMIPA pun nyatakan siap untuk berkontribusi dari sisi teknologi sebagai implementasinya. Sebagai penutup, Prof. Dafik berharap kegiatan ini awal untuk memperluas kerja sama internasional, mempercepat adopsi teknologi AI dalam proses akademik. “Dengan kemajuan AI dan kolaborasi akan mendorong lahirnya inovasi riset yang mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital,” pungkasnya.




